Laporan Praktikum Kimia Analisis, Kimia Organik, Analisis Bahan Kulit, Analisis Karet

Halaman

Minggu, 16 Desember 2012

laporan resmi identifikasi alkohol



I.       JUDUL
Reaksi dan identifikasi alkohol

II.    TUJUAN
Tujuan praktikum dengan judul Reaksi dan Identifikasi alkohol ini adalah :
1.      Memahami dan mengerti mengenai reaksi dan identifikasi alkohol
2.      Perbedaan sifat-sifat alkohol dan fenol, dan
3.      Jenis-jenis pereaksi untuk membedakan senyawa-senyawa alkohol dan fenol.

III.  DASAR TEORI
Adanya gugus hidroksil dalam alkohol dan fenol memungkinkan terjadinya ikatan hidrogen antar molekul dan senyawa lain sejenis air H-O-H. Hal ini yang menyebabkan senyawa ini mempunyai kelrutan yang besar dalam air, terutama pada deret homolognya.
Atom hidrogen dari gugus hiroksil dalam alkohol dan fenol dapat disingkirkan oleh natrium. Fenol bersifat lebih asam daripada alkohol dan dapat diubah menjadi garam natrium bila direaksikan dengan NaOH. Reaksi yang terjadi adalah seperti pada persamaan berikut ini:
R – O – H  + 2Na               2R – O – Na+  + H2

Alkoksida yang dihasilkan adalah basa kuat yang berguna sebagai katalis dalam reaksi-reaksi organik.
Penggolongan alkohol meliputi alkohol primer, sekunder, dan tersier, ditentukan oleh apakah gugus OH-nya terikat pada atom C yang mengikat satu, dua, atau tiga atom karbon lain. Dalam reaksinya terhadap suatu reaksi yang sama, alkohol primer, alkohol sekunder, dan alcohol tersier dapat mempunyai kecepatan reaksi yang berbeda, bahkan mungkin hasilnya dapat berbeda pula. Alkohol  dan fenol bereaksi dengan asam membentuk ester. Reaksi tersebut ditunjukkan sebagai berikut :
R – O – H + CH3CO – OH           CH3O – OR  + H2O


Alkohol-alkohol primer dan sekunder sangat mudah dioksidasi dengan asam kromat, sedangkan alkohol tersier tidak. Pereaksinya terdiri dari larutan asam kromat  dalam asam sulfat pekat dengan pelarut aseton. Alcohol akan mereduksi Cr (IV) menjadi Cr (III) yang berwarna kehijau-hijauan.
Fenol dan senyawa dengan gugus –OH yang terikat pada cincin tak jenuh akan memberi warna merah jambu, ungu, dan hijau dengan larutan besi (III) klorida. Hal ini terjadi karena terjadi senyawa kompleks dengan besi. Alkohol biasa tidak akan bereaksi.

IV.             ALAT DAN BAHAN
Ø  Alat yang digunakan :
1.    Tabung reaksi                          9 buah
2.    Rak tabung reaksi                   1 buah
3.    Pipet tetes                               2 buah
4.    Propipet                                   1 buah
5.    Pipet volume 1ml                    1 buah
6.    Pipet volume 25 ml                 1 buah
7.    Pignometer
Ø  Bahan yang digunakan :
1.    Etanol
2.    Butanol
3.    Fenol
4.    Gliserol
5.    Larutan kalium dikromat (K2Cr2O7)
6.    Asam sulfat pekat (H2SO4)
7.    Akuades
8.    Brom water.





V.       LANGKAH KERJA
A.    Densitas
1.      Sambungkan stop kontak neraca analitik dengan arus listrik, pastikan neraca analitik dalam posisi setimbang dengan melihat waterpas di posisi tengah – tengah.
2.      Nol-kan layar timbang.
3.      Menimbang pignometer kosong dengan neraca analitik, catat hasil yang tertera pada layar neraca.
4.      Menimbang pignometer kosong + aquades, catat hasil yang tertera pada layar neraca.
5.      Menimbang pignometer kosong + larutan sampel etanol, butanol, dan gliserol secara bergantian, catat hasil yang tertera pada layar neraca.
6.      Hitung densitas larutan sampel.

B.     Menunjukkan Adanya Air
1.      Menyiapkan 4 tabung reaksi yang telah bersih dan kering, lalu letakkan pada rak tabung reaksi.
2.      Memipet masing – masing 5 ml etanol, butanol, gliserin, dan fenol, lalu masukkan pada masing – masing tabung reaksi yang telah disiapkan.
3.      Mangambil kira – kira 1 gram kristal Tembaga Sulfat yang bebas air, lalu masukkan dalam masing – masing tabung reaksi yang telah berisi sampel. Kristal Tembaga sulfat kering ini diperoleh dengan memanaskan serbuk Tembaga Sulfat dalam krus porselin di dalam oven sampai warnanya berubah dari biru menjadi putih.
4.      Amati perubahan yang terjadi pada masing – masing sampel dan catat hasilnya.






C.    Esterifikasi Alkohol
1.      Menyiapkan 8 tabung reaksi yang telah bersih dan kering, lalu letakkan pada rak tabung reaksi.
2.      Memipet masing – masing 1 ml etanol, butanol, gliserin, dan fenol, lalu masukkan pada masing – masing tabung reaksi yang telah disiapkan, lalu tambahkan 3 tetes Asam Asetat.
3.      Tambahkan 2 ml  Asam Sulfat pekat dari lemari asam pada 4 buah tabung reaksi lalu tutup dengan gulungan kapas, sedangkan sisanya tidak perlu ditambahkan Asam Sulfat pekat sebagai pembandingnya.
4.      Buat blanko tanpa Asam Asetat sebagai pembanding.
5.      Setelah selesai, panaskan dalam waterbath selama 1 menit, lalu dinginkan.
6.      Amati perubahan dan bau pada masing – masing sampel dan catat hasilnya.

D.    Reaksi dengan Brom
1.      Menyiapkan 4 tabung reaksi yang telah bersih dan kering, lalu letakkan pada rak tabung reaksi.
2.      Memipet masing – masing 4 tetes etanol, butanol, gliserin, dan fenol, lalu masukkan pada masing – masing tabung reaksi yang telah berisi 3 ml aquades.
3.      Tambahkan larutan brom tetes demi tetes sambil digoyang – goyang hingga larutan sampel berwarna kuning tidak berubah.
4.      Amati perubahan yang terjadi pada masing – masing sampel dan catat hasilnya.


VI.              PENGAMATAN

A.    Densitas
Suhu aquades                          = 32ºC
ρaquades                                                   = 0,9950292 3
Berat pignometer kosong        = 27,902            
1.      Densitas sampel Etanol                                        2.  Densitas sample Butanol

                                       
                             
                             
                             




 3.    Densitas sampel Gliserol                                               
                                         
                 
     

NO
SAMPEL
BERAT SAMPEL (gram)
DENSITAS
1.
Etanol


2.
Butanol


3.
Gliserol



                


B.     Menunjukkan adanya air


NO
SAMPEL
PERUBAHAN
1.
Etanol
Biru keputihan – Biru muda
2.
Gliserin


Biru – Biru campur putih.
3.
Butanol
Biru agak putih – Biru agak tua
4.
Fenol

Biru – Cokelat












C. Esterifikasi Alkohol
NO
SAMPEL
SAMPEL + H2SO4
SAMPEL TANPA H2SO4
1.
Etanol + CH3COOH
Tidak berwarna, warna tetap jernih tetapi menjadi panas (eksoterm),  mengeluarkan bau seperti balon tiup.



Tidak berwarna, bau asam.
2.
Gliserin + CH3COOH
tidak berwarna, menjadi  coklat kehitaman dan mengeluarkan panas serta timbul gelembung-gelembung gas kecil pada permukaan larutan.

Tidak berwarna, bau asam.
3.
Butanol + CH3COOH
Tidak berwarna, bau alkohol menyengat.
Tidak berwarna, bau asam.
4.
Fenol + CH3COOH
Berwarna coklat kemerahan, menjadi panas, dan berbau tajam.

Tidak berwarna, bau asam.





D.Reaksi dengan Brom 1 %

NO
SAMPEL
PERUBAHAN
1.
Etanol
Tidak berwarna - Kuning
2.
Gliserin
Tidak berwarna - Kuning
3.
Butanol
Tidak berwarna – Kuning dan terdapat endapan
4.
Fenol
Tidak berwarna – Kuning dan terdapat 2 lapisan



VII.          PEMBAHASAN


VIII.       KESIMPULAN


DAFTAR PUSTAKA

RB,SenoWulung.2008.Buku Petunjuk Praktikum Kimia Organik,Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

space iklan
space iklan