Laporan Praktikum Kimia Analisis, Kimia Organik, Analisis Bahan Kulit, Analisis Karet

Halaman

Minggu, 16 Desember 2012

lapporan resmi aldehid dan keton



I.                   JUDUL
Reaksi dan identifikasi aldehid dan keton.

II.                TUJUAN PRAKTIKUM
1.      Mengetahui perbedaan sifat – sifat senyawa aldehid dan keton.
2.      Mengetahui jenis – jenis pereaksi untuk membedakan senyawa – senyawa aldehid dan keton.

III.             DASAR TEORI
Aldehid dan Keton adalah keluarga besar dari senyawa organik didalam kehidupan kita sehari-hari. Senyawa-senyawa ini menimbulkan bau wangi pada banyak buah-buahan dan parfum mahal. Contohya : sinamaldehida (suatu aldehida) menyebabkan bau kayu manis (sinamon) dan siveton (suatu keton) yang digunakan untuk bau parfum musky  (menyengat, sumber asli dari semacam rusa) pada banyak parfum.
Aldehid dan Keton dicirikan oleh adanya gugus fungsi karbonil (atom karbon yang berikatan rangkap dua dengan oksigen), dimana Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah atom hydrogen dan Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil yang terikat pada dua gugus alkil, dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril.  Rumus umum untuk Aldehid : R-CO-H dan untuk Keton adalah : R-CO-R’ .
Aldehid dapat dioksidasi oleh asam kromat, sedangkan keton tidak. Ketika aldehid teroksidasi, akan terjadi perubahan warna dari coklat kemerahan menjadi hijau, karena kromat tereduksi menjadi Cr3+. Inilah yang membedakan aldehid dari keton. Gugus fungsi lain, seperti alkohol primer dan sekunder juga dapat teroksidasi oleh asam kromat.Aldehida dapat dioksidasi oleh oksidator lemah  seperti reagen tollens (suatu zat yang mengandung ag+), menjadi alkohol oleh hidrogenasi katalitik litium aluminum hidrida atau natrium borodihidra, aldehida dan keton dengan hidrogen dapat mengadakan reaksi totomerisasi karena menjadikan kesetimbangan  dengan bentuk enolnnya dalam beberapa bentuk enolnya distabilkan ikatan hidrogen atau resonansi. Dengan reaksi:
R2-CH-CO-R → R2C = CR-OH

        Ion perak akan tereduksi menjadi logam perak. Ion perak adalah pengoksidasi yang lemah, aldehid sangat mudah teroksidasi dan hasilnya akan terbentuk logam perak hasil reduksi dari ion Ag +.
Senyawa metil keton, tetapi bukan keton yang lain, akan teroksidasi oleh iod dalam larutan NaOH. Metil keton akan teroksidasi menjadi asam karboksilat, juga akan terbentuk iodoform yang berwarna kuning, yang menjadi indikasi uji yang positif. Asetaldehid, tetapi bukan aldehid yang lain akan memberikan hasil positif terhadap uji ini, karena memiliki kemiripan dalam struktur dengan metil keton. Disamping itu etanol (teroksidasi menjadi asetaldehid) dan alkohol sekunder yang dapat teroksidasi menjadi metil keton. Disamping itu, etanol (teroksidasi menjadi asetaldehid)dan alkohol sekunder yang dapat teroksidasi menjadi metil keton dapat juga memberikan hasil positif terhadap uji ini.

IV.             ALAT DAN BAHAN
Ø  Alat – alat yang digunakan :
1.      Tabung reaksi                          9 buah
2.      Rak tabung reaksi                   1 buah
3.      Gelas beker 100 ml                 1 buah
4.      Penjepit                                   2 buah
5.      Pipet volum 10 ml                   1 buah
6.      Pipet tetes                               2 buah
7.      Propipet                                   1 buah
8.      Kompor listrik                         1 buah


Ø  Bahan – bahan yang digunakan :
1.      Aquades
2.      Sampel aseton
3.      Sampel glutardehid
4.      Sampel MEK
5.      Sampel formaldehid
6.      Pereaksi Tollens
7.      Fehling A
8.      Fehling B
9.      Larutan NaOH 10%
10.  Larutan Nitropruside
11.  Larutan CH3COOH

V.                LANGKAH KERJA
A.    Uji Tollens
1.      Siapkan semua alat – alat dan bahan bahan yang dibutuhkan, cuci bersih dengan sabun dan bilas dengan aquades, lalu keringkan.
2.      Ambil 4 buah tabung reaksi dan keringkan dalam oven sampai benar – benar kering karena akan berpengaruh terhadap hasil praktikum.
3.      Setelah kering ambil dari dalam oven dan latakkan pada rak tabung reaksi.
4.      Berilah label pada masing – masing tabung reaksi dan isi dengan sampel Glutardehid, MEK, Aseton, dan Formaldehida masing – masing 1 ml.
5.      Tambahkan pereaksi tollens sebanyak 1 ml pada masing – masing sampel.
6.      Goyang – goyangkan tabung reaksi hingga larutan homogen.
7.      Mengamati reaksi dan perubahan yang terjadi dan mencatatnya.






B.     Reduksi dengan Larutan Fehling
1.      Siapkan larutan fehling A dan B, ambil masing – masing 2 ml dengan menggunakan pipet volum, lalu tuangkan pada tabung reaksi, goyang – giyang hingga keduanya homogen dan berwarna biru.
2.      Siapkan 4 tabung reaksi dan letakkan pada rak tabung reaksi.
3.      Masukkan masing – masing 2 ml sampel pada tabung reaksi yang telah diberi label.
4.      Tambahkan masing – masing 1 ml pereaksi fehling A dan B yang telah dibuat sebelumnya, goyang – goyang hingga homogen.
5.      Ambil gelas beker dan isi dengan air tiga per empat bagian kemudian masukkan tabung reaksi yang telah berisi sampel ke dalam air.
6.      Sambungkan stop kontak dengan kabel kompor listrik, letakkan gelas beker yang telah disiapkan pada langkah kerja 5 panaskan hingga mendidih.
7.      Setelah mendidih angkat tabung reaksi, letakkan pada rak tabung reaksi dan dinginkan.
8.      Mengamati reaksi dan perubahan yang terjadi dan mencatatnya.

C.    Pendamaran (Pembentukan Resin)
1.      Siapkan 4 tabung reaksi dan letakkan pada rak tabung reaksi.
2.      Masukkan masing – masing 2 ml sampel pada tabung reaksi dengan menggunakan pipet volum, beri label nama masing – masing sampel.
3.      Tambahkan 1 ml NaOH pada masing – masing sampel dengan menggunakan pipet volum, goyang – goyang hingga homogen.
4.      Ambil gelas beker dan isi dengan air tiga per empat bagian kemudian masukkan tabung reaksi yang telah berisi sampel ke dalam air.
5.      Sambungkan stop kontak dengan kabel kompor listrik, letakkan gelas beker yang telah disiapkan pada langkah kerja 5 panaskan hingga mendidih.
6.      Setelah mendidih angkat tabung reaksi, letakkan pada rak tabung reaksi dan dinginkan.
7.      Mengamati reaksi dan perubahan yang terjadi dan mencatatnya.

D.    Reaksi Warna dari Nitropruside
1.      Siapkan 4 tabung reaksi dan letakkan pada rak tabung reaksi
2.      Masukkan masing – masing 2 ml sampel pada tabung reaksi dengan menggunakan pipet volum dan beri label nama masing – masing sampel.
3.      Tambahkan masing – masing 5 tetes NaOH encer ke dalam sampel dengan menggunakan pipet tetes, goyang – goyang hingga homogen.
4.      Mengamati reaksi dan perubahan yang terjadi dan mencatatnya.
5.      Tambahkan masing – masing 5 tetes CH3COOH ke dalam sampel dengan menggunakan pipet tetes, goyang – goyang hingga homogen. Ambil CH3COOH dalam lemari asam.
6.      Mengamati reaksi dan perubahan yang terjadi dan mencatatnya.

VI.             PENGAMATAN
A.    Uji Tollens
NO
SAMPEL
PERUBAHAN
1.
Glutardehida + 1 ml Tollens
Putih bening → cokelat kemerahan (merah bata) dan terdapat endapan cermin perak di dinding tabung reaksi.
2.
MEK + 1 ml Tollens
Putih bening → terdapat 2 fase, yaitu lapisan abu – abu dan putih bening pada atas larutan serta terdapat endapan hitam pada dasar tabung reaksi.
3.
Aseton + 1 ml Tollens
Putih bening → cokelat kekuningan dan terdapat endapan hitam pada dasar larutan.
2.
Formaldehida + 1 ml Tollens
Putih bening → cokelat dan terdapat cermin perak pada dinding tabung reaksi.



B.     Reduksi dengan Larutan Fehling.
NO
SAMPEL
PERUBAHAN
1.
Glutardehida + 1 ml Fehling A + B
Biru muda → hijau dan terdapat endapan cokelat kemerahan (merah bata)
2.
MEK + 1 ml Fehling A + B
Terdapat 2 fase ( putih bening dan biru ) → biru dan terdapat endapan cokelat kemerahan ( merah bata ).
3.
Aseton + 1 ml Fehling A + B
Biru bening → terdapat 2 fase   ( biru bening dan putih bening )
4.
Formaldehida + 1 ml Fehling A + B
Biru bening → cokelat kemerahan dan terdapat endapan merah bata


C.    Pendamaran (Pembentukan Resin)
NO
SAMPEL
PERUBAHAN
1.
Glutardehida + 1  ml NaOH
Putih bening →  Putih bening dan berbau seperti apel busuk
2.
MEK + 1  ml NaOH
Putih bening → Putih bening dan berbau seperti balon tiup.
3.
Aseton + 1  ml NaOH
Putih bening → Putih bening dan berbau seperti balon tiup.
4.
Formaldehida + 1  ml NaOH
Putih bening → Putih bening dan berbau seperti apel busuk


D.    Reaksi Warna dari Nitropruside
NO
SAMPEL
PERUBAHAN
1.
Glutardehida + 0,5  ml larutan Nitropruside + NaOH + CH3COOH
Putih bening →  kuning kecokelatan agak keruh
2.
MEK + 0,5  ml larutan Nitropruside + NaOH + CH3COOH
Putih bening → merah bening
3.
Aseton + 0,5  ml larutan Nitropruside + NaOH + CH3COOH
Putih bening → merah bata agak keruh
4.
Formaldehida + 0,5  ml larutan Nitropruside + NaOH + CH3COOH
Putih bening → kuning kecokelatan bening


VII.          PEMBAHASAN


VIII.       KESIMPULAN



DAFTAR PUSTAKA

RB,SenoWulung.2008.Buku Petunjuk Praktikum Kimia Organik,Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

space iklan
space iklan