I.
JUDUL
Reaksi dan identifikasi aldehid dan
keton.
II.
TUJUAN
PRAKTIKUM
1. Mengetahui
perbedaan sifat – sifat senyawa aldehid dan keton.
2. Mengetahui
jenis – jenis pereaksi untuk membedakan senyawa – senyawa aldehid dan keton.
III.
DASAR
TEORI
Aldehid dan Keton adalah keluarga besar dari senyawa
organik didalam kehidupan kita sehari-hari. Senyawa-senyawa ini menimbulkan bau
wangi pada banyak buah-buahan dan parfum mahal. Contohya : sinamaldehida (suatu
aldehida) menyebabkan bau kayu manis (sinamon) dan siveton (suatu keton) yang
digunakan untuk bau parfum musky (menyengat, sumber asli dari semacam rusa)
pada banyak parfum.
Aldehid
dan Keton dicirikan oleh adanya gugus fungsi karbonil (atom karbon yang
berikatan rangkap dua dengan oksigen), dimana Aldehid adalah suatu senyawa
yang mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah
atom hydrogen dan Keton adalah suatu
senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil yang terikat pada dua
gugus alkil, dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril. Rumus umum untuk Aldehid : R-CO-H dan untuk
Keton adalah : R-CO-R’ .
Aldehid dapat dioksidasi oleh asam
kromat, sedangkan keton tidak. Ketika aldehid teroksidasi, akan terjadi
perubahan warna dari coklat kemerahan menjadi hijau, karena kromat tereduksi menjadi
Cr3+. Inilah yang membedakan aldehid dari keton. Gugus fungsi lain,
seperti alkohol primer dan sekunder juga dapat teroksidasi oleh asam
kromat.Aldehida dapat dioksidasi oleh oksidator lemah seperti reagen tollens (suatu zat yang
mengandung ag+), menjadi alkohol oleh hidrogenasi katalitik litium
aluminum hidrida atau natrium borodihidra, aldehida dan keton dengan hidrogen
dapat mengadakan reaksi totomerisasi karena menjadikan kesetimbangan dengan bentuk enolnnya dalam beberapa bentuk
enolnya distabilkan ikatan hidrogen atau resonansi. Dengan reaksi:
R2-CH-CO-R
→ R2C = CR-OH
Ion perak akan tereduksi menjadi logam perak. Ion perak
adalah pengoksidasi yang lemah, aldehid sangat mudah teroksidasi dan hasilnya
akan terbentuk logam perak hasil reduksi dari ion Ag +.
Senyawa metil keton, tetapi bukan keton yang lain, akan
teroksidasi oleh iod dalam larutan NaOH. Metil keton akan teroksidasi menjadi
asam karboksilat, juga akan terbentuk iodoform yang berwarna kuning, yang
menjadi indikasi uji yang positif. Asetaldehid, tetapi bukan aldehid yang lain
akan memberikan hasil positif terhadap uji ini, karena memiliki kemiripan dalam
struktur dengan metil keton. Disamping itu etanol (teroksidasi menjadi
asetaldehid) dan alkohol sekunder yang dapat teroksidasi menjadi metil keton. Disamping
itu, etanol (teroksidasi menjadi asetaldehid)dan alkohol sekunder yang dapat
teroksidasi menjadi metil keton dapat juga memberikan hasil positif terhadap
uji ini.
IV.
ALAT DAN BAHAN
Ø
Alat
– alat yang digunakan :
1.
Tabung
reaksi 9 buah
2.
Rak
tabung reaksi 1 buah
3.
Gelas
beker 100 ml 1 buah
4.
Penjepit 2 buah
5.
Pipet
volum 10 ml 1 buah
6.
Pipet
tetes 2 buah
7.
Propipet 1 buah
8.
Kompor
listrik 1 buah
Ø
Bahan
– bahan yang digunakan :
1.
Aquades
2.
Sampel
aseton
3.
Sampel
glutardehid
4.
Sampel
MEK
5.
Sampel
formaldehid
6.
Pereaksi
Tollens
7.
Fehling
A
8.
Fehling
B
9.
Larutan
NaOH 10%
10. Larutan Nitropruside
11. Larutan CH3COOH
V.
LANGKAH KERJA
A. Uji
Tollens
1.
Siapkan
semua alat – alat dan bahan bahan yang dibutuhkan, cuci bersih dengan sabun dan
bilas dengan aquades, lalu keringkan.
2.
Ambil
4 buah tabung reaksi dan keringkan dalam oven sampai benar – benar kering
karena akan berpengaruh terhadap hasil praktikum.
3.
Setelah
kering ambil dari dalam oven dan latakkan pada rak tabung reaksi.
4.
Berilah
label pada masing – masing tabung reaksi dan isi dengan sampel Glutardehid,
MEK, Aseton, dan Formaldehida masing – masing 1 ml.
5.
Tambahkan
pereaksi tollens sebanyak 1 ml pada masing – masing sampel.
6. Goyang
– goyangkan tabung reaksi hingga larutan homogen.
7.
Mengamati reaksi dan
perubahan yang terjadi dan mencatatnya.
B. Reduksi
dengan Larutan Fehling
1.
Siapkan
larutan fehling A dan B, ambil masing – masing 2 ml dengan menggunakan pipet
volum, lalu tuangkan pada tabung reaksi, goyang – giyang hingga keduanya
homogen dan berwarna biru.
2.
Siapkan
4 tabung reaksi dan letakkan pada rak tabung reaksi.
3.
Masukkan
masing – masing 2 ml sampel pada tabung reaksi yang telah diberi label.
4.
Tambahkan
masing – masing 1 ml pereaksi fehling A dan B yang telah dibuat sebelumnya, goyang
– goyang hingga homogen.
5.
Ambil
gelas beker dan isi dengan air tiga per empat bagian kemudian masukkan tabung
reaksi yang telah berisi sampel ke dalam air.
6.
Sambungkan
stop kontak dengan kabel kompor listrik, letakkan gelas beker yang telah
disiapkan pada langkah kerja 5 panaskan hingga mendidih.
7.
Setelah
mendidih angkat tabung reaksi, letakkan pada rak tabung reaksi dan dinginkan.
8.
Mengamati reaksi dan
perubahan yang terjadi dan mencatatnya.
C. Pendamaran
(Pembentukan Resin)
1.
Siapkan
4 tabung reaksi dan letakkan pada rak tabung reaksi.
2.
Masukkan
masing – masing 2 ml sampel pada tabung reaksi dengan menggunakan pipet volum,
beri label nama masing – masing sampel.
3.
Tambahkan
1 ml NaOH pada masing – masing sampel dengan menggunakan pipet volum, goyang
– goyang hingga homogen.
4.
Ambil
gelas beker dan isi dengan air tiga per empat bagian kemudian masukkan tabung
reaksi yang telah berisi sampel ke dalam air.
5.
Sambungkan
stop kontak dengan kabel kompor listrik, letakkan gelas beker yang telah
disiapkan pada langkah kerja 5 panaskan hingga mendidih.
6.
Setelah
mendidih angkat tabung reaksi, letakkan pada rak tabung reaksi dan dinginkan.
7.
Mengamati reaksi dan
perubahan yang terjadi dan mencatatnya.
D. Reaksi
Warna dari Nitropruside
1.
Siapkan
4 tabung reaksi dan letakkan pada rak tabung reaksi
2.
Masukkan
masing – masing 2 ml sampel pada tabung reaksi dengan menggunakan pipet volum
dan beri label nama masing – masing sampel.
3.
Tambahkan masing –
masing 5 tetes NaOH encer ke dalam sampel dengan menggunakan pipet tetes, goyang
– goyang hingga homogen.
4.
Mengamati reaksi dan
perubahan yang terjadi dan mencatatnya.
5.
Tambahkan masing –
masing 5 tetes CH3COOH ke dalam sampel dengan menggunakan pipet
tetes, goyang – goyang hingga homogen. Ambil CH3COOH dalam lemari
asam.
6. Mengamati
reaksi dan perubahan yang terjadi dan mencatatnya.
VI.
PENGAMATAN
A. Uji
Tollens
|
NO
|
SAMPEL
|
PERUBAHAN
|
|
1.
|
Glutardehida + 1 ml Tollens
|
Putih bening → cokelat kemerahan (merah bata) dan
terdapat endapan cermin perak di dinding tabung reaksi.
|
|
2.
|
MEK + 1 ml Tollens
|
Putih bening → terdapat 2 fase, yaitu lapisan abu – abu
dan putih bening pada atas larutan serta terdapat endapan hitam pada dasar
tabung reaksi.
|
|
3.
|
Aseton + 1 ml Tollens
|
Putih bening → cokelat kekuningan dan terdapat endapan
hitam pada dasar larutan.
|
|
2.
|
Formaldehida + 1 ml Tollens
|
Putih bening → cokelat dan terdapat cermin perak pada
dinding tabung reaksi.
|
B. Reduksi
dengan Larutan Fehling.
|
NO
|
SAMPEL
|
PERUBAHAN
|
|
1.
|
Glutardehida + 1 ml Fehling A + B
|
Biru muda → hijau dan terdapat endapan cokelat kemerahan (merah bata)
|
|
2.
|
MEK + 1 ml Fehling A + B
|
Terdapat 2 fase ( putih bening dan biru ) → biru dan terdapat endapan
cokelat kemerahan ( merah bata ).
|
|
3.
|
Aseton + 1 ml Fehling A + B
|
Biru bening → terdapat 2 fase (
biru bening dan putih bening )
|
|
4.
|
Formaldehida + 1 ml Fehling A + B
|
Biru bening → cokelat kemerahan dan terdapat endapan merah bata
|
C. Pendamaran
(Pembentukan Resin)
|
NO
|
SAMPEL
|
PERUBAHAN
|
|
1.
|
Glutardehida + 1 ml NaOH
|
Putih bening → Putih bening dan berbau seperti apel busuk
|
|
2.
|
MEK + 1 ml NaOH
|
Putih bening → Putih bening dan berbau
seperti balon tiup.
|
|
3.
|
Aseton + 1 ml NaOH
|
Putih bening → Putih bening dan berbau
seperti balon tiup.
|
|
4.
|
Formaldehida + 1 ml NaOH
|
Putih bening → Putih bening dan berbau
seperti apel busuk
|
D. Reaksi
Warna dari Nitropruside
|
NO
|
SAMPEL
|
PERUBAHAN
|
|
1.
|
Glutardehida + 0,5 ml larutan
Nitropruside + NaOH + CH3COOH
|
Putih bening → kuning kecokelatan agak keruh
|
|
2.
|
MEK + 0,5 ml larutan Nitropruside
+ NaOH + CH3COOH
|
Putih bening → merah bening
|
|
3.
|
Aseton + 0,5 ml larutan
Nitropruside + NaOH + CH3COOH
|
Putih bening → merah bata agak keruh
|
|
4.
|
Formaldehida + 0,5 ml larutan
Nitropruside + NaOH + CH3COOH
|
Putih bening → kuning kecokelatan
bening
|
VII.
PEMBAHASAN
VIII.
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
RB,SenoWulung.2008.Buku Petunjuk Praktikum Kimia Organik,Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar